Selasa, 23 Mei 2023

Membuat Mail Server di Simulator Packet Tracer

 Syarat untuk membuat mail server adalah masing-masing perangkat sudah dapat saling berkomunikasi (ping)  dan telah terkonfigurasi DNS server. Berikut langkah-langkah konfigurasi mail server :

a.  klik tab services , kemudian pilih EMAIL setelah itu isi form domain name dengan “latihan.edu”. Pastikan menekan tombol set yang ada di samping form domain name, selanjutnya isi form user dengan “user1” (tanpa kutip)  dan password dengan “user1pass” (tanpa kutip). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar  85 Setting mail server

b. Klik PC0 kemudian pilih tab desktop lalu cari aplikasi email yang ada dibagian bawah seperti pada gambar berikut : 

Gambar  86 cara masuk email di PC0 

c. Kemudian isi beberapa form yang ada dengan isian berikut ini:
- Your Name  = user1 
- Email Address = user1@latihan.edu 
- Incoming Mail Server = latihan.edu 
- Outgoing Mail Server = latihan.edu 
- User Name  = user1 
- Password  = user1pass 
Setelah terisi semua kemudian klik tombol save . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar  87 Cara setting email di PC0 

d. Ulangi seperti langkah diatas pada PC1 tetapi ada sedikit perbedaan

yaitu :

- Your Name  = user2 

- Email Address = user2@latihan.edu 

- Incoming Mail Server = latihan.edu 

- Outgoing Mail Server = latihan.edu 

- User Name  = user2 

- Password  = user2pass 

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar  88 Cara setting email di PC1 
 
e. Tes mengirim email dengan menekan tombol compose 

Gambar  89 Pilih compose untuk mengirim email

f. Isi form to dengan “user1@latihan.edu” (tanpa kutip) dan Subject “Uji Coba”(tanpa kutip). Jangan lupa beri isi email dengan kalimat “jika ini berhasil tulisan ini akan terkirim” (tanpa kutip) atau terserah
anda. Jangan lupa klik tombol send
Gambar  90 bagian yang harus diisi untuk mengirim email 
g. Kembali ke PC0 masuk ke tab email
Gambar  91 masuk email pada PC0

h. Pilih tombol receive, jika berhasil akan muncul email yang telah dikirim

Gambar  92 melihat email yang dikirim PC1 

Membuat DNS Server di Simulator Packet Tracer

 DNS server adalah sebuah server penyedia layanan yang mengkonversi nama domain ke alamat IP atau sebaliknya. Server ini dibuat untuk memudahkan manusia dalam menghafal alamat domain dari pada menghafalkan alamat IP. Kali ini kita akan membuat sebuah nama domain sebagai alamat pengganti dari alamat IP web server. Masih menggunakan topologi sebelumnya, kemudian ikuti langkah-langkah berikut : 

a. Klik server kemudian masuk tab services, pilih DNS lalu atur beberapa hal sebagai berikut :

a) Pilih On pada DNS service

b) Form Name isi dengan “latihan.edu” (tanpa kutip)

c) Address isi dengan IP address server yaitu 192.168.2.2

d) Klik Add 

Untuk lebih jelasnya bisa lihat pada gambar berikut ini : 

Gambar  81 cara setting DNS

b. Isi form  DNS server pada PC0 dan PC1 dengan IP address server yaitu 192.168.2.2 seperti gambar berikut :

Gambar  82 Setting IP DNS pada PC 

c. Tes DNS server melalui web browser dengan memilih tab desktop kemudian web browser, isi form URL dengan “latihan.edu” (tanpa kutip) seperti gambar berikut:
Gambar  83 Cek DNS server 

Jika muncul tampilan seperti diatas maka DNS server sudah berhasil, sedangkan jika tampilan terdapat tulisan Host Name Unresolved seperti dibawah ini berarti PC belum disetting DNS server pada konfigurasi IP address atau DNS server belum dikonfigurasi

Gambar  84 Hasil cek DNS yang belum benar 



MEREMOT ROUTER DAN SWITCH

 Ada 2 cara untuk dapat meremot router maupun switch yaitu :

1. Menggunakan Telnet

Untuk dapat menggunakan fitur ini cukup dengan mengatur password exec dan password line vty, untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkah berikut ini :

a. Setting password exec. 

Contoh : kita akan mensetting password exec dengan password class, perintahnya adalah

Router(config)#enable secret class

Gambar  67 Cara setting password exec

b. Setting password vty.

Contoh : kita akan mensetting password line vty dengan password cisco, perintahnya adalah

Router(config)#line vty 0 4

Router(config-line)#password cisco

Router(config-line)#login

Gambar  68 Setting password Line vty

c. Setting IP address pada interface gi0/0 dan interface gi0/0 Contoh : kita beri IP address untuk gi0/0 dengan IP 192.168.1.1/24 dan untuk gi0/0 Ipnya 192.168.2.1/24

Router(config)#interface gi0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface gi0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Gambar  69 Cara setting IP address 

d. Setting IP pada PC0 dan PC1
Agar 1 network dengan IP yang ada di router maka untuk password PC0 adalah 192.168.2.2/24 dan PC1 adalah 192.168.1.2/24. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :
Untuk PC0 

Gambar  70 Setting IP address PC0 
Untuk PC1

Gambar  71 Setting IP address PC1
e. Tes Telnet
Tes telnet bisa dilakukan di PC0 maupun PC1, kita coba satu persatu
Melalui PC0 

Gambar  72 Tes Remote dengan Telnet melalui PC0 
Melalui PC1 


Gambar  73 Tes Remote dengan Telnet melalui PC1
2. Menggunakan SSH
Untuk menggunakan fitur ini konfigurasi sebelumnya ditambah dengan beberapa perintah yaitu :
a. Mengatur nama router
Contoh: kita akan memberi nama router dengan nama R1
Router(config)#hostname R1

Gambar  74 Setting nama Device 
b. Mengatur nama domain
Contoh : nama domain yang akan digunakan adalah latihan.edu
Router(config)#ip domain-name latihan.edu

Gambar  75 Setting nama domain 
c. Memberikan nama user dan passwordnya
Contoh : username adalah admin dan password adalah  adminpass
R1(config)#username admin privilege 15 secret adminpass

Gambar  76 Setting username dan password
d. Mengatur rsa
Contoh : modul yang digunakan adalah 1024 
R1(config)#crypto key generate rsa
R1(config)#1024
Gambar  77 Setting RSA key

e. Mensetting line vty nya
Perintah yang digunakan adalah
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#transport input ssh
Router(config-line)#login local

Gambar  78 Setting line vty 
f. Tes SSH melalui PC0 dan PC1

Melalui PC0

Gambar  79 Tes SSH memalui PC0

Melalui PC1


Gambar  80 Tes SSH melalui PC1 
 
Untuk pengaturan di Switch sama saja perintahnya.


Senin, 22 Mei 2023

KONFIGURASI DASAR ROUTER DAN SWICTH

 A. ROUTER 

 Konfigurasi dasar disini adalah beberapa konfigurasi yang wajib dilakukan pertama kali pada router agar router tersebut lebih terjamin keamanannya. Router yang riil biasanya pertama kali konfigurasi hanya bisa dilakukan melalui media console. Untuk di Cisco Packet Tracer konfigurasi dapat dilakukan dengan mengeklik router tersebut. Semua konfigursi harus dilakukan pada Global Configuration Mode ditandai dengan “(config)#” dibelakang nama router. Ada 5 konfigurasi dasar yaitu : 

1. Nama Router

Konfigurasi ini dilakukan agar dapat membedakan router yang satu dengan yang lainnya. Secara default nama router adalah “router”. Konfigurasinya adalah dengan menggunakan perintah “hostname”. 

Perintah:

Router(config)# hostname (nama Router)

Contoh konfigurasi :

Router(config)#hostname R1

R1(config)#

Nama Router berubah menjadi R1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar  57 Setting nama Device 

2. Password Exec
Password ini dikonfigurasi agar dapat melakukan telnet atau meremot dari jarak jauh(konfigurasi jarak jauh). Password ini muncul setelah menginputkan perintah “enable”. Ada 2 tipe password exec yaitu
menggunakan perintah “password” dan “secret”. Menggunakan “Password” membuat password dapat terlihat pada saat di cek konfigurasinya sedangkan “secret” membuat password yang dipakai akan tidak dapat terlihat atau terenkripsi.  Untuk lebih aman gunakan perintah secret.

Perintah:

R1(config)#enable password (password) “atau” enable secret (password)

Contoh konfigurasi menggunakan password “class”:

R1(config)#enable secret class
R1(config)#

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar  58 Setting password privillege 
Berikut hasil konfigurasi diatas :
Gambar  59 Hasil konfigurasi password privillege 

Perlu diketahui bahwa Password yang kita inputkan tidak akan keluar, jangan panik karena hal tersebut sudah default, hal itu dibuat agar jika kita menginputkan password tidak tampak oleh orang lain password yang kita inputkan .

3. Password line console
Password ini akan muncul jika menggunakan media console. Pada Cisco Packet Tracer secara default pada saat kita mengakses CLI maka otomatis akan masuk melalui media console. Maka password console akan bisa langsung dicoba pada Cisco Packet Tracer.
Perintah:

R1(config)#line console 0
R1(config-line)#password (password)
R1(config-line)#login

Baris pertama terdapat angka “0” menunjukkan bahwa pada perangkat router hanya terdapat 1 buah port console saja, karena dalam jaringan angka “0” dianggap angka pertama. 
Contoh konfigurasi menggunakan password cisco:

R1(config)#line console 0
R1(config-line)#password cisco
R1(config-line)#login

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar  60 Cara setting password Line Console 
Berikut hasil konfigurasi diatas :
Gambar  61 Hasil Setting password line console 
4. Password line vty
Password ini akan muncul jika menggunakan media vty. Media vty antara lain melalui copper Cross-Over, copper Stright-Trough atau media lain yang terhubung ke router. Jadi ini terhubung dengan password exec, kita dapat mengakses router dari jarak jauh setelah dikonfigurasi password exec tetapi tidak dapat melakukan konfigurasi jika line vty belum dikonfigurasi. 
Perintah: 
R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#password (password)
R1(config-line)#login

Baris pertama terdapat angka “0” dan “4” menunjukkan bahwa pada perangkat router terdapat 4 buah port yang termasuk jenis line vty, misalkan port Fastethernet, port gigabite ethetnet sehingga dapat disimpulkan terdapat 5 buah line. 

Contoh konfigurasi menggunakan password cisco:

R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#password cisco
R1(config-line)#login

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar  62 Setting password line vty 

Untuk membuktikan hasil perintah diatas router harus dikonfigurasi dahulu ip addressnya sama 1 network dengan PC. Berikut hasil konfigurasi diatas : 
Gambar  63 Hasil setting password line vty 

5. Pesan
Pesan dikonfigurasi dengan tujuan agar orang lain yang masuk konfigurasi dengan cara tidak sah diperingatkan dengan pesan yang kita buat.
Perintah :

R1(config)#banner motd #(isi pesan)#

Contoh konfigurasi menggunakan pesan “Authorized Access Only!”

R1(config)#banner motd #Authorized Access Only!#

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar  64 perintah Setting Pesan 
Berikut hasil konfigurasi diatas :

Gambar  65 Tampilan pesan

B. SWITCH

 Untuk konfigurasi dasar switch sama saja dengan konfigurasi dasar router, perbedaannya hanya terletak pada konfigurasi line vty saja. Untuk router hanya terdapat 5 line sedangkan pada switch terdapat 16 line. 

Perintah:

R1(config)#line vty 0 15

R1(config-line)#password (password)

R1(config-line)#login

Contoh konfigurasi menggunakan password cisco:

R1(config)#line vty 0 15

R1(config-line)#password cisco

R1(config-line)#login

Berikut contoh semua perintah dasar  pada switch:

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#hostname SW1

SW1(config)#enable secret class

SW1(config)#line console 0 

SW1(config-line)#password cisco

SW1(config-line)#login

SW1(config-line)#exit

SW1(config)#line vty 0 15

SW1(config-line)#password cisco

SW1(config-line)#login

SW1(config-line)#exit

SW1(config)#banner motd #Authorized Access Only!#

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar  66 Cara setting Basic configuration pada Switch

MENGHUBUNGKAN JARINGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA ROUTER DENGAN SIMULATOR CISCO PACKET TRACER

 Sebelum masuk ke tahap-tahap pembuatannya, terlebih dahulu akan saya jelaskan tentang bagaimana cara membuat 2 buah router atau lebih dapat saling berkomunikasi. Router akan dapat saling berkomunikasi jika sudah dilakukan Routing. Routing ada 2 macam yaitu Static Routing dan Dinamik Routing. 

Static Routing adalah metode yang tidak perlu dipikirkan untuk mengkonfigurasi perutean meskipun membutuhkan lebih banyak pekerjaan. Jadi, setiap router dalam topologi harus mengetahui cara menjangkau semua tujuan di jaringan, yang memerlukan pekerjaan manual. Demikian pula, jika router ditambahkan atau dihapus dari topologi, semua router harus diperbarui secara manual untuk mencerminkan hal ini.(Jesin A, 2014) sedangkan Dinamic routing adalah protokol yang digunakan untuk menemukan jaringan dan memperbarui routing tabel di router. Ini jauh lebih mudah daripada menggunakan statis Routing atau default Routing, tetapi itu akan membebani dalam hal pemrosesan CPU router dan bandwidth pada tautan jaringan. Sebuah protokol perutean mendefinisikan seperangkat aturan yang digunakan oleh router ketika ia mengkomunikasikan informasi perutean antara router tetangga.(Todd, 2013)

Pada postingan ini kita akan menggunakan Default Routing untuk menghubungkan komunikasi antar Router. Ikuti Langkah- Langkah Berikut ini :

1. Siapkan 3 buah router, 1 PC dan 1 Server. Buat agar nama Routernya menjadi Router1,router2 dan Router3 dengan mengambil router 4 kali, router pertama dihapus. Begitu pula dengan PC ambil 2 kali dan PC yang diambil pertama dihapus agar nama PC nya menjadi PC1. Untuk server klik tulisan server0 kemudian hapus angka 0 nya. Lakukan seperti gambar 39. 

Gambar  39 Ambil Device seperti gambar
2. Buka Router kemudian pilih tab Physical maka akan muncul seperti gambar 40 
Gambar  40 Tampilan Tab Physical pada Router 

3. Matikan device dengan menekan tombol ON/OFF yang ada di sebelah logo Cisco kemudian pada bagian Modules pilih HWIC-2T,setelah dipilih maka akan muncul gambar modul yang ada di pojok kanan bawah. tarik ketempat module yang di sebelah gambar sehingga menjadi seperti gambar 41. Lakukan seperti itu pada Router2 dan Router3 juga.

Gambar  41 menambahkan modules HWIC-2T

Setelah ditambahkan module HWIC-2T maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan antar device, tahap pertama hubungkan PC1 ke Router1 menggunakan kabel Cooper Cross-Over pada port Gig0/0 seperti Nampak pada gambar 42 

Gambar  42 Menghubungkan Router1  dengan PC1 menggunakan Media Cooper Cross-Over 

5. Setelah itu hubungkan device yang lainnya seperti untuk Router3 ke Server masing menggunakan kabel Cooper Cross-Over, untuk antar Router menggunakan kabel Serial, yang perlu diperhatikan adalah letak Clock Rate, untuk port Se0/0/0 adalah letak dari Clock Rate sedangkan Se0/0/1 bukan Kabe Clock rate, lakukan itu seperti pada gambar 43.

Gambar  43 Media antar Device

6. Setelah selesai membuat topologi selanjutnya perhatikan tabel 3 yang berisi tentang alamat IP untuk masing-masing interface.

Tabel  3 Alamat IP masing-masing Interface 

7. Tahap selanjutnya adalah mengkonfigurasi Alamat IP pada masingmasing interface. Untuk konfigurasi yang pertama adalah konfiurasi interface yang ada di router1 yaitu interface gig0/0 dan interface se0/0/0. Untuk mengkonfigurasi interface yang ada di router yaitu dengan cara klik router kemudian pilih tab CLI maka akan muncul tampilan seperti gambar 44. 
Gambar  44 Tampilan CLI pada Router

8. Setelah masuk Tab CLI kemudian ketik perintah no kemudian enter 2x maka akan masuk user mode dengan ditandai symbol (>) seperti pada gambar 45.

Gambar  45 Tampilan setelah masuk User Mode

9. Pada User mode kita tidak dapat melakukan konfigurasi, untuk dapat meakukan konfigurasi kita harus masuk ke mode Global Configuration Mode dengan cara mengetikkan 2 perintah yaitu enable dan Configure terminal seperti pada gamabr 46 
Gambar  46 Tampilan cara masuk ke Global Configuration Mode

10. Setelah masuk Global Configuration Mode konfigurasi pertama yang kita lakukan adalah memberi IP pada interface Gig0/0 , perintahnya dapat dilihat pada gambar 47.
Gambar  47 Konfigurasi IP address Gig0/0

11. Konfigurasi selanjutnya adalah memberi alamat IP address dan setting clock rate 64000 (standar Cisco) pada interface se0/0/0, selengkapnya dapat dilihat pada gamabr 48 

Gambar  48 konfigurasi IP address interface se0/0/0

12. Untuk Router1 konfigurasi sementara cukup sampai disitu, selanjutnya pindah ke Router2, lakukan seperti di router1 yaitu dengan masuk tab CLI, ketik perintah no, enter 2 kali, ketik enable, enter, ketik configure terminal,enter, baru ketik perintah seperti pada gambar 49. 
Gambar  49 konfigurasi se0/0/1 pada router2

13. Lanjut konfigurasi IP address dan setting closk rate pada Interface se0/0/0 seperti gambar 50 
Gambar  50 Setting IP address dan Clock rate interface se0/0/0 pada Router2

14. Kemudian pindah ke Router3 setting interface se0/0/1 dan gig0/0 seperti pada gambar 51.

Gambar  51 Setting IP address pada router3

15. Sementara konfigurasi pada Router cukup sampai disini lanjut setting IP pada PC1 dengan mengklik PC1 dan masuk tab desktop pilih Configure IP address. Setting IP address, subnetmask,DNS server seperti gambar 52
Gambar  52 Settingan pada PC1 

16. Setelah PC1 selesai disetting kemudian dengan cara yang sama dengan PC1, konfigurasi IP address pada server seperti gambar 53

 Gambar  53 Setting IP address pada server

17. Semua IP address sudah dikonfigurasi kemudian kita coba cek koneksi dengan cara klik PC1 masuk tab Desktop kemudian pilih CMD. Ketikkan perintah ping 192.168.4.254
Gambar  54 Cek Koneksi dengan perintah Ping

18. Dapat dilihat pada Gambar 54, hasil dari tes koneksi sudah reply tetapi ada keterangan Destination Host Unreachable. Keterangan itu mengindikasikan bahwa router masih belum dapat saling berkomunikasi, maka harus kita lakukan routing pada masing2 router seperti pada gambar 55 
Gambar  55 Cara Routing pada setiap Router

19. Setelah kita routing pada masing-masing Router kemudian coba cek koneksi lagi. Jika hasilnya sudah seperti Gambar 56 berarti konfigurasi sudah berhasil

Gambar  56 cek koneksi ke 2


Membuat Mail Server di Simulator Packet Tracer

 Syarat untuk membuat mail server adalah masing-masing perangkat sudah dapat saling berkomunikasi (ping)  dan telah terkonfigurasi DNS serve...