Sebelum masuk ke tahap-tahap pembuatannya, terlebih dahulu akan saya jelaskan tentang bagaimana cara membuat 2 buah router atau lebih dapat saling berkomunikasi. Router akan dapat saling berkomunikasi jika sudah dilakukan Routing. Routing ada 2 macam yaitu Static Routing dan Dinamik Routing.
Static Routing adalah metode yang tidak perlu dipikirkan untuk mengkonfigurasi perutean meskipun membutuhkan lebih banyak pekerjaan. Jadi, setiap router dalam topologi harus mengetahui cara menjangkau semua tujuan di jaringan, yang memerlukan pekerjaan manual. Demikian pula, jika router ditambahkan atau dihapus dari topologi, semua router harus diperbarui secara manual untuk mencerminkan hal ini.(Jesin A, 2014) sedangkan Dinamic routing adalah protokol yang digunakan untuk menemukan jaringan dan memperbarui routing tabel di router. Ini jauh lebih mudah daripada menggunakan statis Routing atau default Routing, tetapi itu akan membebani dalam hal pemrosesan CPU router dan bandwidth pada tautan jaringan. Sebuah protokol perutean mendefinisikan seperangkat aturan yang digunakan oleh router ketika ia mengkomunikasikan informasi perutean antara router tetangga.(Todd, 2013)
Pada postingan ini kita akan menggunakan Default Routing untuk menghubungkan komunikasi antar Router. Ikuti Langkah- Langkah Berikut ini :
1. Siapkan 3 buah router, 1 PC dan 1 Server. Buat agar nama Routernya menjadi Router1,router2 dan Router3 dengan mengambil router 4 kali, router pertama dihapus. Begitu pula dengan PC ambil 2 kali dan PC yang diambil pertama dihapus agar nama PC nya menjadi PC1. Untuk server klik tulisan server0 kemudian hapus angka 0 nya. Lakukan seperti gambar 39.
Gambar 39 Ambil Device seperti gambar
2. Buka Router kemudian pilih tab Physical maka akan muncul seperti gambar 40
Gambar 40 Tampilan Tab Physical pada Router
3. Matikan device dengan menekan tombol ON/OFF yang ada di sebelah logo Cisco kemudian pada bagian Modules pilih HWIC-2T,setelah dipilih maka akan muncul gambar modul yang ada di pojok kanan bawah. tarik ketempat module yang di sebelah gambar sehingga menjadi seperti gambar 41. Lakukan seperti itu pada Router2 dan Router3 juga.
Gambar 41 menambahkan modules HWIC-2T
Setelah ditambahkan module HWIC-2T maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan antar device, tahap pertama hubungkan PC1 ke Router1 menggunakan kabel Cooper Cross-Over pada port Gig0/0 seperti Nampak pada gambar 42
Gambar 42 Menghubungkan Router1 dengan PC1 menggunakan Media Cooper Cross-Over
5. Setelah itu hubungkan device yang lainnya seperti untuk Router3 ke Server masing menggunakan kabel Cooper Cross-Over, untuk antar Router menggunakan kabel Serial, yang perlu diperhatikan adalah letak Clock Rate, untuk port Se0/0/0 adalah letak dari Clock Rate sedangkan Se0/0/1 bukan Kabe Clock rate, lakukan itu seperti pada gambar 43.
Gambar 43 Media antar Device
6. Setelah selesai membuat topologi selanjutnya perhatikan tabel 3 yang berisi tentang alamat IP untuk masing-masing interface.
Tabel 3 Alamat IP masing-masing Interface
7. Tahap selanjutnya adalah mengkonfigurasi Alamat IP pada masingmasing interface. Untuk konfigurasi yang pertama adalah konfiurasi interface yang ada di router1 yaitu interface gig0/0 dan interface se0/0/0. Untuk mengkonfigurasi interface yang ada di router yaitu dengan cara klik router kemudian pilih tab CLI maka akan muncul tampilan seperti gambar 44.
Gambar 44 Tampilan CLI pada Router
8. Setelah masuk Tab CLI kemudian ketik perintah no kemudian enter 2x maka akan masuk user mode dengan ditandai symbol (>) seperti pada gambar 45.
Gambar 45 Tampilan setelah masuk User Mode
9. Pada User mode kita tidak dapat melakukan konfigurasi, untuk dapat meakukan konfigurasi kita harus masuk ke mode Global Configuration Mode dengan cara mengetikkan 2 perintah yaitu enable dan Configure terminal seperti pada gamabr 46
Gambar 46 Tampilan cara masuk ke Global Configuration Mode
10. Setelah masuk Global Configuration Mode konfigurasi pertama yang kita lakukan adalah memberi IP pada interface Gig0/0 , perintahnya dapat dilihat pada gambar 47.
Gambar 47 Konfigurasi IP address Gig0/0
11. Konfigurasi selanjutnya adalah memberi alamat IP address dan setting clock rate 64000 (standar Cisco) pada interface se0/0/0, selengkapnya dapat dilihat pada gamabr 48
Gambar 48 konfigurasi IP address interface se0/0/0
12. Untuk Router1 konfigurasi sementara cukup sampai disitu, selanjutnya pindah ke Router2, lakukan seperti di router1 yaitu dengan masuk tab CLI, ketik perintah no, enter 2 kali, ketik enable, enter, ketik configure terminal,enter, baru ketik perintah seperti pada gambar 49.
Gambar 49 konfigurasi se0/0/1 pada router2
13. Lanjut konfigurasi IP address dan setting closk rate pada Interface se0/0/0 seperti gambar 50
Gambar 50 Setting IP address dan Clock rate interface se0/0/0 pada Router2
14. Kemudian pindah ke Router3 setting interface se0/0/1 dan gig0/0 seperti pada gambar 51.
Gambar 51 Setting IP address pada router3
15. Sementara konfigurasi pada Router cukup sampai disini lanjut setting IP pada PC1 dengan mengklik PC1 dan masuk tab desktop pilih Configure IP address. Setting IP address, subnetmask,DNS server seperti gambar 52
Gambar 52 Settingan pada PC1
16. Setelah PC1 selesai disetting kemudian dengan cara yang sama dengan PC1, konfigurasi IP address pada server seperti gambar 53
Gambar 53 Setting IP address pada server
17. Semua IP address sudah dikonfigurasi kemudian kita coba cek koneksi dengan cara klik PC1 masuk tab Desktop kemudian pilih CMD. Ketikkan perintah ping 192.168.4.254
Gambar 54 Cek Koneksi dengan perintah Ping
18. Dapat dilihat pada Gambar 54, hasil dari tes koneksi sudah reply tetapi ada keterangan Destination Host Unreachable. Keterangan itu mengindikasikan bahwa router masih belum dapat saling berkomunikasi, maka harus kita lakukan routing pada masing2 router seperti pada gambar 55
Gambar 55 Cara Routing pada setiap Router
19. Setelah kita routing pada masing-masing Router kemudian coba cek koneksi lagi. Jika hasilnya sudah seperti Gambar 56 berarti konfigurasi sudah berhasil
Gambar 56 cek koneksi ke 2