Senin, 05 Agustus 2019

INTERNET PROTOCOL ADDRESS VERSION 4 (IPV4)


Sebelum memulai praktek alangkah baiknya mengetahui tentang IPV4. IP (internet Protocol) address adalah pengalamat host agar dapat terhubung ke jaringan. Ada 2 jenis ip address yaitu ipv4 dan ipv6, kali ini kita akan membahas tentang ipv4. IPv4 memiliki 5 kelas walaupun ada pendapat yang lainnya yang menyatakan ada 3 kelas,yang menyatakan kelas IP ada 5 yaitu :
1.       Kelas A rangenya 1-126
2.       Kelas B rangenya 128-191
3.       Kelas C rangenya 192-223
4.       Kelas D rangenya 224-239
5.       Kelas E rangenya 240-255
Yang menyatakan kelas IP ada 3 yaitu :
1.    Kelas A rangenya 1-126
2.    Kelas B rangenya 128-191
3.    Kelas C rangenya 192-255
Range tersebut untuk membedakan sebuah ip masuk kelas yang mana, hal tersebut dapat dilihat dari oktet pertama sebuah ip. misalnya sebuah ip dengan alamat 192.168.1.1, berarti ip tersebut masuk pada kelas C, hal tersebut dapat dilihat pada oktet pertama yaitu angka 192 yang berada pada range 192-223.
Panjang ipv4 adalah antara 8 -32 bit tergantung dari kelasnya. Untuk konfigurasi ip biasanya dibutuhkan pasangannya, jika tidak ada pasangannya ip tidak dapat dikonfigurasi. Pasangan dari ip adalah subnetmask. Subnetmask digunakan untuk menentukan host id dan network id, selain itu bisa digunakan sebagai alat untuk menentukan jumlah host/ip yang tersedia pada sebuah jaringan. Subnetmask terdapat 2 macam yaitu classfull dan classless, secara default classfull berupa angka 255, dimana masing-masing kelas berbeda jumlah angkanya.misalnya :
* Kelas A subnetmask classfullnya  255.0.0.0
   dimana angka 255 dinamakan network id sedangkan 0.0.0 dinamakan host id
* Kelas B subnetmask classfullnya  255.255.0.0
   dimana angka 255.255 dinamakan network id sedangkan 0.0 dinamakan host id
* Kelas C subnetmask classfullnya  255.255.255.0
   dimana angka 255.255.255 dinamakan network id sedangkan 0 dinamakan host id
network id adalah angka yang harus sama dalam 1 buah network, sedangkan host id adalah angka untuk menentukan jumlah host yang ada dalam 1 buah network tersebut.Untuk menentukan berapa jumlah host dan subnetmask dalam 1 network dapat dilakukan dengan 2 cara dan untuk memudahkan dalam perhitungan saya ambilkan contoh perhitungan jumlah host yang bisa dipakai yang ada di kelas C, Sebelum kita bahas bagaimana menghitungnya maka kita perlu tahu dulu tentang prefix, prefix adalah tanda untuk menentukan network tersebut menggunakan subnetmask berapa. Untuk prefix classfull adalah /8, /16, /32  ,sedangkan classless selain prefix tersebut. Prefix classless yang ada di Kelas C adalah /24, /25, /26, /27, /28, /29, /30. Adapun 2 cara perhitungannya adalah:

A.  Menggunakan cara Tradisional

Saya sebut cara tradisional karena cara ini sudah dilakukan dari dulu dan guru/dosan saya menggunakan cara ini dalam menghitung subnetmask. Untuk menggunakan cara ini kita terlebih dahulu harus mengetahui tentang konversi bilangan biner ke bilangan desimal. Angka 255 didapat dari pengkonversian bilangan biner 11111111. Cara konversinya adalah angka 1 dalam bilangan biner yang terdapat 8 buah tersebut dikalikan 2 pangkat n dimana n pertama adalah 2 pangkat 0 sampai 2 pangkat 7 dimulai dari kiri dan hasil dari masing-masing pangkat tersebut dikalikan angka satu kemudian dijumlahkan, lebih jelasnya silahkan lihat contoh dibawah ini :
    20  x 1 = 1
    21 x 1 = 2
    22 x 1 = 4
    23  x 1 = 8
    24 x 1 = 16
    25 x 1 = 32
    26 x 1 = 64
    27 x 1 = 128
   ----------------- +
                  255 
Untuk prefix pertama di kelas C adalah /24 dimana angka 24 didapat dari 255.255.255.0 dikonversikan ke bilangan biner hasilnya adalah 11111111.1111111.11111111 jumlah angka 1 nya adalah 24.untuk prefix selanjutnya tinggal ditambah angka 1 nya kemudian dirubah ke bilangan desimal. contoh :prefix /25 berarti angka 1 nya ditambah 1 (11111111.11111111.11111111.1) dan nilai 1 dalam bilangan desimalnya adalah 128(perhitungannya bisa dilihat diatas), sehingga subnetmasknya adalah 255.255.255.128 begitu pula prefix selanjutnya sama cara menghitungnya. 
Setelah kita dapat menentukan nilai subnetmasknya baru kita dapat menentukan jumlah host yang dapat digunakan. sebelum menghitungnya kita perlu tahu dulu jumlah seluruh host yang ada dikelas C yaitu 256, kelas B adalah 2562 ,kelas A adalah 2563 . Untuk jumlah host yang dapat digunakan adalah 256 dikurangi ip network dan ip broadcast sehingga menjadi 254. Untuk menentukan jumlah host pada prefix yang lain misalnya /25 adalah 254-128 = 126 dimana angka 128 didapat dari nilai subnetmask yang kita hitung tadi.

B.  Cara cepat

Cara ini setahu saya yang memulai menggunakan ini adalah saya, mohon maaf jika ada yang telah menggunakannya terlebih dahulu, Bukan maksud saya menjiplak cara ini, saya membuat cara ini agar anak didik saya dapat menghitung subnetmask dan jumlah host yang dapat digunakan dari masing-masing prefix dengan cepat sehingga dapat mengerjakan soal praktek cisco packet tracer dengan cepat. Untuk menggunakan cara ini terlebih dahulu kita membuat sebuah tabel, tabel ini saya beri nama Tabel Prefix Kelas C.

No.
Nama
/24
/25
/26
/27
/28
/29
/30
ket
1.
Jumlah host keseluruhan
256
128
64
32
16
8
4
N1+N1
2.
Jumlah host yang dapat digunakan
254
126
62
30
14
6
2
N1-2
3.
Nilai subnetmask
0
(128+0)
128
(128+64)
192
(192+32)
224
(224+16)
240
(240+8)
248
(248+4)
252
Keterangan :
v Perhitungan No. 1 dimulai dari paling kanan tabel
v Perhitungan No.2 dapat  dimulai dari mana saja
v Perhitungan No. 3 dimulai dari paling kiri tabel
Setelah kita dapat membuat tabel tersebut maka kita dapat menentukan nilai subnetmask dan jumlah host dari masing-masing prefix dengan mudah. Misalnya kita ingin tahu berapa jumlah host dari prefix /27. Kita tidak harus mencari subnetmask terlebih dulu, cukup kita lihat tabel dengan cara pertama kita lihat prefix /27 kemudian ke bawah lihat jumlah host yang dapat digunakan yaitu 30, begitu pula cara menentukan subnetmasknya tinggal melihat tabel tersebut, jadi subnetmask prefix /27 adalah 255.255.255.224. Cukup mudah khan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membuat Mail Server di Simulator Packet Tracer

 Syarat untuk membuat mail server adalah masing-masing perangkat sudah dapat saling berkomunikasi (ping)  dan telah terkonfigurasi DNS serve...