IPV6
adalah alamat yang digunakan untuk memberi alamat perangkat perangkat dalam
jaringan penerus dari IPV4. Kenapa sebagai penerus dari IPV4 ? karena IPV4
punya keterbatasan jumlah IP yang disediakan yaitu hanya sebanyak 232
, sedangkan kebutuhan pengalamatan untuk perangkat terus bertambah.
Bertambahnya kebutuhan alamat seiring dengan bertambahnya jumalah manusia dan
perangkat yang dapat terhubung ke dalam jaringan. Misalnya yang dulu Televisi
hanya perangkat yang tidak terhubung ke jaringan sekarang berkembang menjadi
smart televisi yang dapat terhubung ke dalam jaringan. Manusia dulu hanya
membutuhkan 1 buah alamat IP untuk PC/Laptop saja sedangkan sekarang
masing-masing orang membutuhkan lebih dari 2 alamat untuk semua perangkat
penunjang hidupnya, misalkan PC, Laptop,smart TV, Smartpone, Printer,dan
sebagainya.
IPV6 menyediakan alamat IP yang
tidak terbatas yaitu 2128 atau sebanyak
340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456. Membacanya saja kita tidak
bisa sehingga dapat dikatakan bahwa IPV6 jumlahnya tidak terbatas sehingga in
shaa allah dapat digunakan seterusnya walaupun tidak menutup kemungkinan akan
habis juga.
A. Format IPV6
IPv6 terdiri dari 128 bit dengan format
bilangan hexadesimal yang dinotasikan dalam karakter yang terdiri dari angka 0-9
dilanjutkan huruf A – F, sehingga A dapat diartikan sebagai angka 10 dan
seterusnya sampai huruf F yang berarti 15. Dipisahkan dengan istilah colon ( :
) , yang terdiri dari 8 Hextet yang masing-masing terdiri dari 16 bit. Untuk
lebih detailnya dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini :
Biar nggak pusing
lihat angka yang banyak seperti diatas bisa dijelaskan secara singkat bahwa:
-
Global Routing Prefix sudah diatur
tergantung dari wilayahnya ada dimana (IANA, APNIC,ARIN,RIFE) dan milik ISP
mana.
-
Subnet ID mewakili subnet ID dan
bukan bagian dari bidang alamat host
-
Interface ID adalah bagian yang
dapat dikonfigurasi secara manual atau DHCP.
B. Konversi IPV4 ke IPV6
Alamat IPV4 terdiri dari bilangan biner
sedangkan IPV6 terdiri dari bilangan Hexadesimal. Untuk mengkonversinya IPV4
ditulis dahulu ke bilangan biner baru dirubah ke bilangan hexadesimal. Misalkan
/24 bilangan binernya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 dan hasil
konversi kebilangan hexadesimal adalah ff:ff:ff:00 , kok bisa ya...untuk lebih
jelasnya dapat dilhat penjelasan dibawah ini :
11111111 di pisah menjadi 2 yaitu 1111 dan 1111 , masing-masing 1111 dirubah ke
bilangan desimal dulu menjadi 10 +11 + 12 + 13
yaitu 1+2+4+8 = 15 baru dirubah ke bilangan hexadesimal 15 = F , jadi 1 oktet
(11111111) berubah menjadi ff. Gampang khan!!
C. Subneting IPV6
Untuk memudahkan
dalam pemahaman subneting dapat dilihat pada tabel berikut :
IPV4
|
IPV6
|
Jml Host Keseluruhan
|
/32
|
/128
|
1
|
/31
|
/127
|
2
|
/30
|
/126
|
4
|
/29
|
/125
|
8
|
/28
|
/124
|
16
|
/27
|
/123
|
32
|
Dst ...
|
Dst ...
|
Dst ...
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar