Senin, 05 Agustus 2019

INTERNET PROTOCOL ADDRESS VERSION 6 (IPV6)


IPV6 adalah alamat yang digunakan untuk memberi alamat perangkat perangkat dalam jaringan penerus dari IPV4. Kenapa sebagai penerus dari IPV4 ? karena IPV4 punya keterbatasan jumlah IP yang disediakan yaitu hanya sebanyak 232 , sedangkan kebutuhan pengalamatan untuk perangkat terus bertambah. Bertambahnya kebutuhan alamat seiring dengan bertambahnya jumalah manusia dan perangkat yang dapat terhubung ke dalam jaringan. Misalnya yang dulu Televisi hanya perangkat yang tidak terhubung ke jaringan sekarang berkembang menjadi smart televisi yang dapat terhubung ke dalam jaringan. Manusia dulu hanya membutuhkan 1 buah alamat IP untuk PC/Laptop saja sedangkan sekarang masing-masing orang membutuhkan lebih dari 2 alamat untuk semua perangkat penunjang hidupnya, misalkan PC, Laptop,smart TV, Smartpone, Printer,dan sebagainya.
                IPV6 menyediakan alamat IP yang tidak terbatas yaitu 2128 atau sebanyak 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456. Membacanya saja kita tidak bisa sehingga dapat dikatakan bahwa IPV6 jumlahnya tidak terbatas sehingga in shaa allah dapat digunakan seterusnya walaupun tidak menutup kemungkinan akan habis juga.

A.  Format IPV6

IPv6 terdiri dari 128 bit dengan format bilangan hexadesimal yang dinotasikan dalam karakter yang terdiri dari angka 0-9 dilanjutkan huruf A – F, sehingga A dapat diartikan sebagai angka 10 dan seterusnya sampai huruf F yang berarti 15. Dipisahkan dengan istilah colon ( : ) , yang terdiri dari 8 Hextet yang masing-masing terdiri dari 16 bit. Untuk lebih detailnya dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini :

Biar nggak pusing lihat angka yang banyak seperti diatas bisa dijelaskan secara singkat bahwa:
-          Global Routing Prefix sudah diatur tergantung dari wilayahnya ada dimana (IANA, APNIC,ARIN,RIFE) dan milik ISP mana.
-          Subnet ID mewakili subnet ID dan bukan bagian dari bidang alamat host
-          Interface ID adalah bagian yang dapat dikonfigurasi secara manual atau DHCP.

B.  Konversi IPV4 ke IPV6

Alamat IPV4 terdiri dari bilangan biner sedangkan IPV6 terdiri dari bilangan Hexadesimal. Untuk mengkonversinya IPV4 ditulis dahulu ke bilangan biner baru dirubah ke bilangan hexadesimal. Misalkan /24 bilangan binernya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 dan hasil konversi kebilangan hexadesimal adalah ff:ff:ff:00 , kok bisa ya...untuk lebih jelasnya dapat dilhat penjelasan dibawah ini :
11111111 di pisah menjadi 2 yaitu 1111   dan 1111 , masing-masing 1111 dirubah ke bilangan desimal dulu menjadi 10 +11 + 12 + 13 yaitu 1+2+4+8 = 15 baru dirubah ke bilangan hexadesimal 15 = F , jadi 1 oktet (11111111) berubah menjadi ff. Gampang khan!!

C.  Subneting IPV6

Untuk memudahkan dalam pemahaman subneting dapat dilihat pada tabel berikut :

IPV4
IPV6
Jml Host Keseluruhan
/32
/128
1
/31
/127
2
/30
/126
4
/29
/125
8
/28
/124
16
/27
/123
32
Dst ...
Dst ...
Dst ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membuat Mail Server di Simulator Packet Tracer

 Syarat untuk membuat mail server adalah masing-masing perangkat sudah dapat saling berkomunikasi (ping)  dan telah terkonfigurasi DNS serve...